Showing posts with label Astronomi. Show all posts
Showing posts with label Astronomi. Show all posts

3/04/2016

Unknown

GERHANA MATAHARI TOTAL 2016

Gerhana matahari total
       
      Pada 9 Maret 2016, sebagian besar Pasifik, meliputi Indonesia, Malaysia, dan negara-negara lainnya di Asia Tenggara dan benua Australia akan dapat menyaksikan gerhana matahari parsial. Gerhana matahari total dianggap sebagai salah satu fenomena alam paling mengesankan yang terjadi di Bumi. Di Timur Samudera Pasifik, gerhana matahari total akan terjadi selama lebih dari 4 menit. Sedangkan, garis kuning menunjukkan daerah dengan gerhana matahari parsial
     Sebagian besar India dan Nepal akan mengalami gerhana matahari parsial. Sementara itu, Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Papua Nuginiakan dapat menyaksikan lebih dari 50% gerhana parsial. Sedangkan Kamboja, Myanmar, Vietnam dan Thailand akan melihat sekitar 50% gerhana matahari parsial. Sementara Australia, China, Jepang dan Alaska akan mendapatkan kurang dari 50% gerhana parsial.

FAKTA TENTANG GERHANA MATAHARI TOTAL 2016

Indonesia menjadi satu-satunya wilayah daratan yang dilalui oleh Gerhana Matahari Total 2016. 
Ada 12 provinsi di Indonesia yang akan dilalui oleh gerhana, yakni Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, dan Bangka Belitung. Selain itu, semua provinsi di Kalimantan (kecuali Kalimantan Utara), Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara. For your information, di luar daerah yang dilintasi jalur totalitas gerhana hanya akan bisa menikmati Gerhana Matahari Sebagian (GMS). - dikutip dari http://www.bintang.com/

Gerhana Matahari Total 2016 hanya terjadi setiap 350 tahun. 
350 tahun setelah 9 Maret 2016? Pastinya itu adalah waktu yang sangat lama. Saking istimewanya fenomena langka tersebut, dikutip dari Antaranews.com, Kamis (25/2/2016) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Geofisika Padang Panjang, Sumatera Barat menyiapkan fasilitas siaran langsung melalui jaringan internet. - dikutip dari http://www.bintang.com/

Gerhana Matahari Total (GMT) tidak seharusnya ditakuti, tapi dinikmati saja. 
11 Juni 1983 GMT pernah menghebohkan masyarakat di Indonesia, pasalnya banyak masyarakat yang meyakini bahwa fenomena langka tersebut bisa membutakan mata. "Asal berhati-hati. Yang paling riskan adalah peralihan fase total ke fase sebagian, saat Bulan mulai bergeser, cahaya matahari yang walau baru muncul sedikit sudah sangat kuat. Padahal, pupil mata kita sedang membesar," jelas Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin seperti dikutip dari Liputan6.com, Kamis (25/2/2016). - dikutip dari http://www.bintang.com/

TIPS UNTUK MEMOTRET GERHANA MATAHARI DENGAN AMAN

     Hitung mundur terjadinya gerhana matahari total 2016 makin mendekati akhir. Karena terbilang langka, tentu banyak orang yang ingin mengabadikan fenomena unik nan memesona ini. Jangan hanya terlena oleh pesona fenomena tersebut, kamu juga harus tahu berbagai tips memotret gerhana matahari 2016 dengan aman seperti yang diwartakan Telegraph berikut.
Jangan melihat secara langsung. Efek dari pandangan tanpa penghalang ini mungkin tak akan dirasakan langsung. Namun setelah beberapa hari, kamu akan langsung menyesali perbuatan gegabah tersebut. Pasalnya, gerhana matahari sangat berpotensi merusak retina.
Gunakan pelindung mata. Bukan kacamata biasa, pelindung ini harus dilengkapi filter ultraviolet dan cahaya inframerah. Jangan berani-berani mengenakan kacamata biasa. Selain kacamata, melihat gerhana matahari lewat ponsel atau layar kamera juga turut dianjurkan. 
Buat rencana matang dan memeriksa kesiapan kamera. Karena kabarnya baru akan muncul lagi di tahun 2056, jangan sampai momen pengabadian fenomena langka tersebut terbuang karena rencana dan persiapan yang kurang matang. Pastikan tempat dan kesiapan kamera dalam keadaan prima. Siapkan beberapa jenis lensa agar sesuai dengan keinginanmu. Demi hasil terbaik, penggunaan tripod pun direkomendasikan. 
Berpikir lebih kreatif untuk menghasilkan potret yang memuaskan. Meski hanya mengenakan kamera ponsel, pemandangan gerhana matahari total 2016 pun bisa terlihat memukau. Tinggal bagaimana melakukan padu-padan dengan berbagai foreground dan komposisi. Meski demikian, jangan melupakan faktor keamanan. 
Read More

8/05/2015

Unknown

TAHUKAH ANDA : CARBON SUPER EARTH - PLANET YANG TERBUAT DARI BERLIAN

lebih kurang 50% komposisi planet ini adalah berlian


Telah ratusan planet asing yang berhasil dikonfirmasi oleh para astronom. Yang mengejutkan, studi menunjukkan bahwa banyak planet itu kaya akan berlian sehingga disebut planet berlian.

Mungkinkah berlian tersebut digali? Mungkin saja bila teknologi untuk menuju planet itu dan menambang berliannya mendukung. Tapi yang jelas, planet ini tak bisa dihuni. 

Mengapa? "Kami berpendapat bahwa planet berlian pasti adalah tempat yang sangat dingin dan gelap," kata Wendy Panero, pakar kebumian dari Ohio State University, seperti dikutip Space, Selasa (6/12/2011).

Berlian memiliki kemampuan menghantarkan panas yang tinggi. Untuk sebuah planet, hal ini merugikan karena banyak energi panas di planet itu cepat lenyap. Bagian dalam planet berlian pasti sangat dingin.

Konsekuensinya kemudian adalah planet berlian tak memiliki energi geotermal. Akibatnya, planet itu juga tak punya aktivitas tektonik, medan magnet, dan atmosfer.

Planet berlian memiliki ukuran beragam. Komposisi planet ini bisa terdiri dari 50 persen lebih berlian. Karenanya, dalam istilah astronomi, planet ini disebut carbon super earth.

Bumi juga memiliki kandungan berlian. Panero dan rekannya mempelajari lapisan mantel Bumi untuk melihat bagaimana berlian terbentuk di sana. Mereka lalu membuat simulasi pembentukan berlian di planet asing.

Cayman Unterborn, juga dari Ohio State University, mengatakan, "Adalah mungkin bagi planet dengan ukuran setara 15 kali Bumi untuk tersusun dari berlian setengahnya."

Para geolog selama ini mengatakan bahwa bagian mantel Bumi kaya akan berlian. Tetapi, berdasarkan simulasi, kekayaan di Bumi belum ada apa-apanya dengan di planet alien. Jumlah berlian di sana jauh lebih besar.

Hasil penelitian tentang planet berlian ini dipresentasikan di pertemuan American Geophysical Union yang berlangsung di San Francisco, Selasa.source
Read More
Unknown

PERISAI MAGNETIS BUMI YANG TIDAK KASAT MATA

magneto

Angkasa luar adalah tempat berbahaya, karena ada banyak radiasi yang mematikan dan meteroid yang senantiasa menghadirkan bahaya. Namun, plenet biru kita tampaknya terbang melintasi angkasa raya tanpa mengalami kerusakan yang berarti. Mengapa? karena bumi diselubungi pelindung yang menajubkan , yakni medan magnet yang sangat kuat dan atmosfer yang dirancang secara khusus.


MEDAN MAGNET BUMI
Medan magnet bumi berasal dari bagian dalam bumi dan medan magnet ini membentang hingga jauh ke luar angkasa. Medan magnet membentuk perisai tidak kasat mata yang disebut magnetosfer. Perisai ini melindungi kita dari dahsyatnya radiasi kismis dan bahaya-bahaya yang berasal dari Matahari. Bahaya ini mencakup angin Matahari (yang berupa aliran terus menerus partikel bermuatan listrik),ledakan Matahari (yang dalam beberapa menit dapat melepaskan energi setara dengan miliaran bom Hidrogen),dan pelontaran massa korona/Coronal Mass Ejections (yang melontarkan miliaran ton materi korona Matahari ke ruang angkasa). Ledakan Matahari dan pelontaran massa korona memicu timbulnya Aurora Borealis yang cemerlang di Bumi. Aurora Borealis adalah kilasan cahaya warna-warni yang sering terlihat di sekitar daerah kutub.
Aurora Borealis 


ATMOSFER BUMI
Atmosfer Bumi memberikan perlindungan tambahan . Stratosfer(lapisan luar atmosfer) mengandung jenis oksigen yang disebut ozon,yang menyerap hingga 99% pancaran radiasi ultraviolet(UV). Jadi lapisan ozon melindungi mahkluk hidup di Bumi dari radiasi yang berbahaya. 
Jumlah ozon di Stratosfer tidak selalu sama,tetapi dapat menyesuaikan diri dengan banyaknya radiasi UV,sehingga lapisan ozon menjadi perisai yang dinamis dan efisien. 
Atmosfer juga melindungi Bumi dari serangan jutaan Meteroid setiap hari,baik partikel halus Meteroid hingga bongkahan besar Meteroid. Untunglah sebagian besar Meteroid terbakar habis di atmosfer,yang menimbulkan kilasan-kilasan cahaya terang yang disebut Meteor. 
Uniknya,atmosfer sebagai perisai Bumi tidak menghalangi unsur radiasi Matahari yang mutlak diperlukan bagi mahkluk hidup,yaitu panas dan cahaya. Atmosfer bahkan turut menyebarkan panas ke seluruh bola Bumi,dan pada malam hari atmosfer berfungsi sebagai selimut,dengan cara memperlambat hilangnya panas. 
Atmosfer Bumi dan medan magnet Bumi merupakan perisai pelindung Bumi yang mengagumkan.



Read More

8/04/2015

Unknown

BUMI BARU? PLANET KEPLER-452b



Kepler-452b adalah planet yang paling mirip dengan bumi yang pernah ditemukan, itu adalah sebuah tempat dengan sinar matahari yang cukup untuk memungkinkan tumbuhnya tanaman pangan dan tanaman rumah lainnya untuk makhluk hidup seperti kita.

Tapi, jangan terburu-buru mengemasi barang Anda, meski planet itu tampak seperti sebuah target menggiurkan bagi misi NASA berikutnya, sangatlah tak mungkin tampaknya jika manusia bisa menginjakkan kaki di Kepler-452b, karena jaraknya 1.400 tahun cahaya.

Penemuan lainnya atas planet di luar tata surya (exo-planet) berbatu yang dikonfirmasi paling dekat dengan Bumi, HD 219134b, yang diumumkan NASA pada Kamis, jaraknya hanya 21 tahun cahaya.
Konsep artis yang menggambarkan perbandingan Bumi (kiri) dengan planet baru yang disebut Kepler-452b, yang diameternya 60 persen lebih besar. (NASA/JPL-Caltech/T Pyle)

Jadi, apa yang membuat Kepler-452b sangat keren? NASA menyebutnya "Bumi 2.0" karena sebuah alasan, artinya planet itu terletak di zona yang bisa ditinggali dari bintangnya, di mana suhu udara di sana tidaklah terlalu panas atau terlalu dingin sehingga air bisa terbentuk.

HD 219134b, sebaliknya, sebuah panggangan planet, terlalu dekat dengan matahari-nya sehingga air tak mungkin terbentuk di sana.

Para ilmuwan masih memerlukan data lebih namun ada kemungkinan kuat bahwa Kepler-452b memiliki permukaan yang berbatu dan lapisan atmosfer yang tebal. Mungkin itu bukanlah Risa, sebuah planet tujuan wisata ala Star Trek; The Next Generation, namun itu adalah kandidat terbaik yang pernah ditemukan NASA sejauh ini akan planet lain yang mendukung kehidupan.

Seberapa jauhkah 1.400 tahun cahaya itu?

Meskipun dalam fiksi ilmiah, itu bukanlah sebuah perjalanan yang cepat. Jika Kapten Jean-Luc Picard ingin bepergian dari Bumi menuju Kepler-452b, itu membutuhkan waktu lebih dari 16 bulan bagi USS Enterprise untuk pergi ke sana pada lengkungan delapan.

Itulah sebabnya, untuk sebuah kapal yang bisa lebih cepat dari kecepatan cahaya, sejauh yang kita tahu, tidaklah mungkin.

Berpegang pada teknologi yang kini ada, sebuah perjalanan ke Kepler 452b membutuhkan waktu yang sangat lama sehingga mungkin saja manusia telah berkembang menjadi spesies lain sebelum pesawat luar angkasa menyelesaikan misinya.

Pesawat penyelidikan milik NASA, New Horizons yang baru-baru ini mengirimkan kembali foto-foto menakjubkan Pluto-akan membutuhkan waktu sekitar 20.000 tahun untuk menjelajah dalam waktu satu tahun cahaya saja, demikian menurut salah seorang ahli astronomi Jeffrey Bennett, yang juga pengarang buku: "What Is Relativity?: An Intuitive Introduction to Einstein's Ideas, and Why They Matter."

Pada kecepatan itu, maka akan dibutuhkan waktu 28 juta tahun untuk bisa mencapai Kepler-452b, demikian kata Jeffrey pada NBC News.

Lucy, yang juga dikenal sebagai "Australopithecus afarensis" (salah satu manusia purba) hidup sekitar 3,2 juta tahun yang lalu. Merujuk dari itu, tidaklah sulit membayangkan akan betapa berubahnya wujud manusia begitu pesawat yang diluncurkan hari ini mencapai tujuannya yang terpencil.

Teknologi yang lebih canggih mungkin bisa mempersingkat perjalanan, namun meski dengan mesin canggih sekalipun, mencapai Kepler-452b nampaknya akan menjadi gol yang tidak mungkin diraih.

Mesin ion bertenaga listrik pada pengorbit Dawn milik NASA jauh lebih efisien dibanding pendorong kimia yang digunakan pesawat ruang angkasa di masa lalu.

Agensi saat ini sedang mencari peningkatan pada disain mesin ion tersebut dengan NASA Evolutionary Xenon Thruster (NEXT), yang dapat mendorong pesawat luar angkasa di masa yang akan datang dengan kecepatan 90.000 mil per jam. (Saat ini Dawn mampu berjalan dengan kecepatan 9.600 mil per jam).

itu kelihatannya sangatlah cepat. Namun dengan kalkulasi Jeffrey Bennett di atas tadi, maka kita masih butuh 10,5 juta tahun untuk bisa sampai ke Kepler-452b.

Bagaimana kalau kita mengembangkan sesuatu yang jauh lebih canggih? Pada tahun 1958, seorang Fisikawan Freeman Dyson hadir dengan Project Orion, yang menjadi inspirasi serial fiksi ilmiah "Ascension". Digunakan denyut ledakan nuklir untuk menjalankan sebuah pesawat raksasa pada sekitar lima persen kecepatan cahaya.

Menurut Jeffrey Bennett, sebuah pesawat ruang angkasa yang berjalan secepat itu akan memakan waktu sekitar 28.000 tahun untuk mencapai Kepler-452b dari Bumi. Sebuah peningkatan, pastinya, namun akan sulit meyakinkan orang untuk pergi menjalani perlananan yang lamanya melebihi sejarah peradaban manusia.

Untuk membuat perjalanan itu lebih memungkinkan, kita akan membutuhkan sesuatu seperti mesin antimateri.

Antimateri kedengarannya seperti fiksi ilmiah-tapi sesungguhnya, kapal luar angkasa di Star Trek bergantung pada mesin anti materi-namun benda semacam itu tidaklah ada.

Itu adalah materi dengan muatan listrik terbalik. Sebuah antiproton, contohnya, adalah proton yang memiliki muatan negatif alih-alih positif.

Saat antimateri bertemu dengan materi, itu akan menimbulkan jumlah energi yang sangat besar. Secara teoretis dapat memberi tenaga sebuah mesin roket (atau kalau di novel Dan Brown, sebuah bom).

Menurut NASA, membutuhkan 100 miliar untuk membuat satu miligram antimateri dalam sebuah akselerator partikel.

Membuat sebuah mesin pesawat ruang angkasa dengan isinya akan membutuhkan sebuah penemuan cara membuat berton-ton antimateri, kemudian memanfaatkan energi yang kuat dari reaksi antimateri. Jika manusia mengetahui caranya, beberapa ilmuwan oercaya mesin antimateri dapat mendorong sebuah pesawat luar angkasa pada 70 persen kecepatan cahaya.

Dalam kasus itu, akan dibutuhkan waktu 2.000 tahun untuk bisa mencapai Kepler-452b.

"itu waktu yang sangat lama," kata Charles Liu, salah seorang rekanan astrofisika di Museum Natural History Amerika. "2000 tahun yang lalu, kekaisaran Romawi ada di mana-mana."

bukanlah perjalanan mudah

"Untuk mencapai Bumi 2.0, manusia mungkin akan bergantung pada kapal multi generasi yang dipenuhi lebih dari 100 orang untuk menjaga keberagaman genetis dan cukup tenaga untuk mengurus mereka dan generasi masa depan," kata Charles.

Orang-orang di dalam kapal harus diberi tameng dari radiasi matahari yang intens dan terhindar dari supernova, yang dapat memancarkan setara dengan 10 milyar tahun sinar matahari dalam sekali ledakan, menurut Liu.

Pesawat ruang angkasa juga harus tahan dampak debu antarbintang, yang akan merusak lambung kapal dalam rentang waktu 2.000 tahun.

"Ini hanya masalah waktu saja sebelum membuang-buang pelindung apapun," kata Liu.

Satu bonus dari bepergian sangat, sangat cepat: waktu akan bergerak jauh lebih lambat bagi yang bepergian dibading mereka yang tinggal di Bumi.

Pada 70 persen kecepatan cahaya, hanya membutuhkan waktu 1.428 tahun  bepergian dengan pesawat ruang angkasa dibanding 2.000 tahun di Bumi.

Pergi pada kecepatan yang lebih tidak mungkin, 99.99999999 kecepatan cahaya, sebuah pesawat ruang angkasa akan tiba di Kepler 452b lebih sedikit dari 1.400 tahun dibanding di Bumi, namun penumpangnya nyaris tak menua sebulan. Itu akan membuat perjalanan naik pesawat ruang angkasa cukup menyenangkan.. kalau pun mungkin.

Tapi bagaimana dengan solusi "Interstellar"? Dapatkah kita melemparkan Matthew McConaughey melalui lubang cacing dan berharap yang terbaik?

Iya, tapi itu hampir pasti tak akan terjadi. Seperti yang dikatakan ahli astronomi Sten Odenwald pada NBC News, lubang cacing hanya mungkin dibentuk melalui sesuatu seperti Ledakan Besar atau ledakan sebuah bintang.

Akhirnya, meski perjalanan ke Kepler-452 akan menjadi kesuksesan luar biasa, manusia mingkin akan lebih baik mengolonisasi planet terdekat saja. Selain, siapa yang mau menghabiskan waktu hidupnya di pesawat ruang angkasa jika mereka bisa makan masakan rumah dan nonton Netflix di Mars? Adapted from ANTARA News
Read More